Login Komunitas

Video TDI Nurullah
Informasi lebih lanjut

MAJELIS TALIM NURULLAH

Jl. Rawasari 18 No.2

Banjarmasin

Hubungi : 0511-7444447

Stats Act
DESIGN by

Al Qolbu

a baik pulalah diri manusia itu, sebaliknya apabila ia tidak baik maka manusia itu menjadi tidak baik pula. Dan ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati. Berdasarkan petunjuk hadis ini, hati diibaratkan oleh al Gazali dengan kekuatan atau kerajaan pada diri manusia. Yang dengannya manusia hidup, bertindak dan berpikir.

Dalam Al Qur`an, hati menjadi tolak ukur keimanan seseorang. Pada hati ini pula yang menentukan apakah seseorang itu beriman atau kafir, pembeda antara kebatilan dan kebenaran.

Ketenangan dan ketentraman ataupun duka cita dan kesedihan ditentukan oleh hati. Dalam hal ini al Qur`an menyebutkan :

هُوَ الَّذِي أَنْزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَعَ إِيمَانِهِمْ

Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mu'min supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Al Fath 4

Ketenangan dan ketentraman diwujudkan Tuhan melewati hati manusia. Maka bagi yang beriman, ketenangan itu akan diperolehnya. Bahkan Allah mengajarkan kepada orang yang beriman untuk selalu mengingat Allah, mengingat ajaran dan titahnya agar mereka dapat selalu tentram dan kesedihan tidak dapat bersarang di dalam hatinya. Seperti firman Allah :

الَّذِينَ ءَامَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.Ar Rad 28

Dengan demikian, hati adalah titik sumber ketenangan yang diciptakan Allah pada manusia. Sebaliknya apabila ia tidak mengingat Allah, maka duka cita dan kesedihan akan diperolehnya dan menggerogoti hidupnya sendiri. Dan Allah mencampakkan kesedihan, duka cita itu juga pada hati manusia.

Pada hati terletak kesadaran manusia. Namun bila kesadaran itu tidak ada maka sebaliknya yang terjadi adalah kebutaan. Dan manusia itu akan menjadi fasik, kasar, tidak tahu kebenaran, zolim, tidak mampu membedakan antara yang hak dan yang batil, tidak ada kekuatan untuk mengambil sikap kebenaran.

كَذَلِكَ يَطْبَعُ اللَّهُ عَلَى قُلُوبِ الَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang tidak (mau) memahami.Ar Rumu 59

فَإِنَّهَا لَا تَعْمَى الْأَبْصَارُ وَلَكِنْ تَعْمَى الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ

Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada.Al Haj 46

Kematian hati dan kerusakannya dikarenakan kealpaan seseorang untuk merawat dan memeliharanya hingga terbiasa pada kepasikan dan kemungkaran.

فَجَاءُوهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ فَمَا كَانُوا لِيُؤْمِنُوا بِمَا كَذَّبُوا بِهِ مِنْ قَبْلُ كَذَلِكَ نَطْبَعُ عَلَى قُلُوبِ الْمُعْتَدِينَ

maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka tidak hendak beriman karena mereka dahulu telah (biasa) mendustakannya. Demikianlah Kami mengunci mati hati orang-orang yang melampaui batas.Yunus 74

Pada ayat di atas, Kebiasaan yang tidak baik menghasilkan kekuatan pada hati untuk selalu dalam ketidakbaikan. Dan apabila ini telah lama bersarang maka akan sulitlah dirubah dan dilawan, hingga menjadi suatu karakter seseorang. Bahkan menjadi biang dan penyebab kerusakan lain pada hati, hingga menghasilkan mental dan laku hidup yang tidak baik pula. Misalnya kebiasaan menutup-nutupi kebenaran dengan berdusta, maka lama-kelamaan menjadi terbiasa hingga menjadi karakter diri. Akibat biasa berdusta, hatipun terbiasa berdusta, hati terbiasa untuk mengenyampingkan kebenaran.

مَا كَذَبَ الْفُؤَادُ مَا رَأَى

Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya. An Najam 11

Pada ayat di atas, hati sebenarnya tidak pernah berdusta atas apa yang dilihatnya. Namun karena hati dibiasakan untuk menutupi kebenaran, akhirnya kebenaran yang sesungguhnya dilihat oleh hati itu menjadi terbalik dan yang terlarih dari mulut orang itu adalah kedustaan. Misalnya ada seseorang disuruh berdusta atas suatu kejadian. Hatinya akan berontak, namun karena ia perlu uang, akhirnya ia mengalahkan hatinya. Maka peristiwa ini jika sering berulang dan menjadi kebiasaan maka hatinya akan tertutup, buta tidak mampu melihati kebenaran.

لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ

mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar. Al A`raf 79

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. Isra 36 Memperhatikan demikian, maka pentingnya kita merawat hati kita dengan membiasakan pada yang benar, tidak berdusta, mengisinya dengan ilmu-ilmu yang benar, informasi yg benar, nasehat agama dan kebaikan. Tujuannya agar hati terpelihara dan akhirnya kita dapat menjadikan hati sebagai senjata diri kita dalam hidup ini. Semoga. Amin

 

Statistik
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini38
mod_vvisit_counterKemarin79
mod_vvisit_counterMinggu ini427
mod_vvisit_counterBulan ini38

We have: 1 guests online
Today: 01 Agus, 2014
Anggota yg online
None